FotoGaleriTak Berkategori

Perlu Normalisasi Fungsi Drainase dan Peremajaan Pohon Dalam Kota Sinjai

Peninjauan-Drainase

Re-Aksinews.com. Pemerhati lingkungan Kabupaten Sinjai menyampaikan apresiasinya terhadap kepedulian Bupati Sinjai Andi Seto Gadhista Asapa yang dengan tanggap menyikapi terjadinya genangan air pada sejumlah jalan, hingga banjir yang  memasuki beberapa rumah warga dan sejumlah gedung perkantoran pasca hujan lebat mengguyur daerah ini Sabtu (20/04/2019) dinihari kemarin.

Dari hasil pantauannya bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pada sejumlah titik yang berakhir pada muara Drainase Tekolampe, Bupati Sinjai lantas memerintahkan  Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (DKLH), Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta Dinas Perikanan untuk segera menurunkan alat beratnya melakukan pembersihan dengan menunjuk Camat Sinjai Utara sebagai koordinator.

Atas arahan Bupati Sinjai tersebut, pada hari yang sama, Camat Sinjai Utara langsung melakukan kegiatan pembersihan drainase yang diyakini mengalami penyumbatan, mulai dari Jalan gunung Bawakaraeng dan Jalan Gunung Lompobattang dengan melibatkan mobil unit pemadam kebakaran.

Kegiatan yang sama dilakukan pada hari kedua, Minggu (21/04/2019) dengan menyisir drainase mulai dari Jalan Gunung Bulu Lohe, Jalan Krakatau, Jalan Yahya Mathan dan Jalan Sam Ratulangi dengan menggunakan alat berat.

Ketua Yayasan Peduli Bangsa (YPB) Kabupaten Sinjai, Awaluddin Adil yang mengaku aktif memantau dan mengikuti kegiatan pembersihan ini, menyampaikan apresiasinya terhadap kebijakan Bupati Sinjai dan kerja keras Camat Sinjai Utara serta aparat instansi terkait  dalam menyikapi permasalahan banjir dengan cepat dan tepat.

Perlu Partisipasi Warga dan Penertiban Bangunan di Area Drainase

Menurut Awaluddin Adil yang merupakan aktifis pemerhati lingkungan, bahwa kebijakan dan langkah taktis operasional yang telah ditunjukkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sinjai, perlu dukungan dan partisipasi seluruh warga masyarakat, khususnya yang bermukim di sekitar area drainase, mulai dari hulu sampai hilir.

Karena dari pengamatan Awaluddin Adil, diakui jika dari kegiatan pembersihan yang dilakukan oleh Pemda. Sudah mulai menunjukkan hasil, karena pada hari ketiga pelaksanaan kegiatannya, juga terjadi hujan lebat, namun tidak lagi terjadi genangan air seperti kejadian sebelumnya. Ini merupakan indikasi yang menguatkan jika sumbatan drainase menjadi faktor determinan penyebab genangan dan bajir.

Apalagi pada muara drainase yang memang tampak secara kasat mata akan adanya penyempitan dan pendangkalan drainase, baik yang disebabkan oleh tumpukan sampah, maupun karena banyak tumbuhan bakau di dalam tanggul atau talud drainase yang sebagian juga sudah jebol.

Selain itu, pada sepanjang jalur drainase, tidak sedikit bangunan yang telah menutup badan drainase dengan cor beton, sehingga petugas tidak bisa melakukan pembersihan tanpa harus membongkar cor beton yang dibangun oleh warga, sementara warga yang sudah melakukan penutupan drainase atau kanal, keberatan untuk membongkarnya.

Parahnya lagi, karena pada Jalan Sam Ratulangi terdapat beberapa tiang bangunan, dan bahkan bangunan yang berada pada badan drainase, yang tidak hanya tumpukan sampah, tetapi juga menutup akses petugas yang akan melakukan pembersihan dan pengerukan.

Sedangkan pada muara drainase yang kondisinya tampak sudah cukup parah, petugas mengaku kesulitan melakukan pembersihan dan pengerukan dengan menggunakan alat berat, sebab tidak ada akses sama sekali untuk menurunkan alat berat.

Karena itu, Awaluddin Adil berharap agar kepedulian pemerintah daerah dalam upaya mengurangi atau meniadakan ancaman genangan dan banjir pada setiap hujan lebat, hendaknya didukung dengan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat.

“Sebab apalah artinya kebijakan dan upaya pemerintah jika semuanya harus kandas dan berakhir dari minimnya kesadaran dan partisipasi masyarakat, apalagi kegiatan ini menyangkut kenyamanan dan keselamatan kita bersama”.

Dari gambaran kondisi itu yang telah kami diskusikan dengan dengan teman-teman yang peduli lingkungan, mengusulkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sinjai untuk segera melakukan normalisasi fungsi drainase, termasuk melakukan penertiban bangunan yang menggunakan badan kanal atau drainase.

Dibutuhkan Pemangkasan dan Peremajaan Pohon

Sementara terkait dengan banyaknya pohon tumbang dalam beberapa hari terakhir, yang juga sangat mengkhawatirkan, kami berhapat agar segera dilakukan pemangkasan hingga peremajaan pohon yang ada dalam kota.

Sudah cukup banyak pohon yang tumbang selama cuaca ekstrim 2019 ini, hampir setiap hari kita dengar adanya kejadian pohon tumbang, bahkan beberapa rumah warga pernah sudah ada yang diterpa sehingga mengalami kerusakan.

Karena itu, dibutuhkan adanya upaya peremajaan pohon atau minimal dengan melakukan pemangkasan, “kasian juga petugas BPBD dengan peralatan seafanya harus disibukkan dengan masalah pohon tumbang, dan bersyukur karena sampai saat ini belum ada korban jiwa. Pungkas Awaluddin Adil.



Comment here