BeritaFoto

Warga Masyarakat Desa Baru Apresiasi Gerak Cepat Pemkab SInjai Tangani Longsor

Pejabat dan Aparat BPBD Silaturahmi Dengan Alam

BPBD dan Dinas PUPR Kerjasama Bersihkan Longsor

Laporan Anggota Pusdalops PB BPBD Wahdaniah

Bpbdsinjaikab.go.id. Longsor yang terjadi di Pangisoreng Dusun Bongki Desa Baru Kecamatan Sinjai Tengah Kabupaten Sinjai pada Rabu (05/06/2019) yang menutup akses jalan ke Desa Baru, mendapat penanganan cepat dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sinjai.

Persiapan Evakuasi Material Longsor di Desa Baru Sinjai Tengah

Salah satu tokoh masyarakat Desa Baru, Andi Arifai Sommeng yang berada pada lokasi kejadian, kepada media ini menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya atas gerak cepat Pemerintah Daerah Kabupaten Sinjai dalam menangani bencana tanah longsor yang menutup jalan poros menuju desa Baru.

Menurutnya, reaksi cepat pemerintah daerah terlihat pada pasca penyampaian informasi kejadian bencana melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang selanjutnya mengkoordinasikan dengan sigap upaya penanganannya sehingga dalam waktu yang tidak lama pada hari yang sama, alat berat sudah berada di lokasi kejadian.

Sungai Mangottong Dalam Pemantauan

Plt Kepala BPBD Kabupaten Sinjai yang dicegat awak media ini saat keluar dari Rumah Jabatan Bupati Sinjai untuk dimintai konfirmasi, memebenarkan adanya laporan sejumlah kejadian di hari raya idul fitri ini, mulai dari soal genangan air yang terjadi di Pulau Kambuno, banjir di Mangottong dan Biringere, di Maccini Desa Panaikang sampai dengan kejadian tanah longsor pada beberapa wilayah.

Laporan pertama mengenai longsor berasal dari desa Baru Kecamatan Sinjai Tengah, disusul Desa Gantarang, kemudian di Bukaka Desa Panaikang Kecamatan Sinjai Timur , dan Desa Bonto Sinala Kecamatan Sinjai Borong.

Anggota TRC Panyau Longsor

Saat ini Kepala Seksi Pencegahan Andi Oktave Amier sedang melakukan pemantauan dan verifikasi di berbagai lokasi kejadian bencana, dan daerah rawan bencana, demikian halnya dengan anggota Pusdalops PB BPBD Sinjai, Wahdaniah yang sudah ditugaskan di wilayah banjir dan longsor di Dusun Maccini Desa Panaikang.

Anffota Pusdalops PB BPBD Pantau Banjir dan Tanah Longsor di Desa Panaikang

Selanjutnya dari informasi itu, para pejabat terkait dalam lingkup BPBD telah melakukan koordinasi baik untuk keperluan verifikasi kejadian maupun terhadap upaya penanganannya, termasuk longsor di Desa Baru yang melalui Kepala Seksi Kedaruratan, Akrim Hamra telah mengkoordinasikan upaya penanganannya dengan Dinas PUPR.

Jadi mereka ini, yang sejatinya juga kumpul bersama keluarga atau bersilaturahmi kepada kerabat, justru harus rela mengorbankan sebagian waktunya demi tanggung jawab mereka terhadap tugas yang diembannya, dan saya yakin mereka adalah aparat yang memiliki loyalitas dan dedikasi tinggi, dan hari ini mereka buktikan untuk memilih bersilaturahmi dengan alam untuk memantau ancaman potensi bencana.

Babinsa Kerja Bakti Dengan Warga Bersihkan Longsor

“Alhamdulillah, kerja keras teman-teman di BPBD didukung dengan kerjasama yang baik dari beberapa OPD terkait, maka harapan Bapak Bupati untuk selalu tanggap dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya yang terkait dengan bencana, dapat berjalan dengan baik”.

Lebih lanjut, Staf Ahli Bupati Sinjai Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan ini mengungkapkan, bahwa selain sikap tanggap, Bupati Sinjai Andi Seto Gadhista Asapa telah menekankan agar dalam upaya penanganan dan penaggulangan segala bentuk kejadian bencana, pelayanan keselamatan warga harus menjadi prioritas utama, termasuk pelayanan mengatasi setiap kesulitan yang timbul akibat dampak bencana.

Karena itu, dengan berbagai keterbatasan pada BPBD, maka semua langkah penanganannya membutuhkan koordinasi dan kerjasama dengan semua pihak, lebih khusus lagi dengan OPD terkait yang memang karena kewenangannya maupun karena kemampuan teknis serta peralatan yang dimilikinya, dan Alhamdulillah ini sudah berjalan dengan baik.

Anak Bermain Pada genangan Air Dalam Rumahnya

Disinggung soal seringnya ada kesan keterlambatan penanganan kejadian bencana yang sudah dilaporkan ke pihak Pemkab dan BPBD, Budiaman menjelaskan, bahwa mungkin itu hanya masalah koordinasi.

Namun yang terpenting diketahui, bahwa untuk penanganan setiap kejadian bencana yang mesti melibatkan banyak pihak, ada proses dan mekanisme yang harus dilalui sesuai prosedur yang berdasar pada ketentuan peraturan perundang-undangan, dan hal ini tidak bisa kita labrak hanya dengan asumsi retoris. Ungkapnya. Editor : Andi Oktave Amier

Comment here