Berita

Bupati Sinjai Minta Dinas PUPR Segera Tangani Genangan Air Dan Banjir Dalam Kota

SINJAI. Re-Aksinews.com. Masalah genangan dan banjir dalam kota Kabupaten Sinjai yang terjadi pada setiap tahunnya, kembali menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat yang meminta perhatian pemerintah daerah untuk segera mengatasinya menyusul beberapa kali kejadian genangan dan banjir dalam beberapa minggu terakhir setiap terjadi hujan lebat.

Sekda Sinjai Akbar memberikan penjelasan Terkiat Rencana Penanganan Banjir

Meskipun sebelumnya, Pemerintah Daerah Kabupaten Sinjai, dalam hal ini Bupati Andi Seto Gadhista Asapa, Wakil Bupati Sinjai, Hj. Andi Kartini Ottong, Ketua DPRD Sinjai, Abd. Haris Umar, Kapolres Sinjai, AKBP Sebpril Sesa dan Komandan Kodim 1424 Sinjai bersama Dinas PUPR, DLHK, BPBD dan Camat Sinjai Utara telah melakukan peninjauan secara beruntun.

Pejabat Struktural BPBD Hadir Lengkap Dalam Pertemuan Penanganan Banjir

Bahkan pasca peninjauan itu, Bupati Sinjai telah mengerahkan Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Camat Sinjai Utara untuk segera melakukan pembersihan drainase dan saluran air yang diduga mengalami sumbatan karena tumpukan sampah.

Respon dan gerak cepat yang dilakukan pemerintah daerah, memang tidak serta merta menjadikan kota Sinjai bebas dari genangan dan banjir, apalagi dalam proses pembersihan drainase yang dilakukannya belum menyentuh semua titik drainase yang diduga mengalami penyumbatan disamping pada muara yang mengalami penyempitan dan pendangkalan.

Namun demikian, tidak lantas berarti bahwa pemerintah daerah mendiamkan permasalahan banjir dan genangan yang terjadi dalam kota, sebab hari ini, Selasa (11/06/2019), Bupati Sinjai didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Sinjai, kembali memanggil pihak Dinas PUPR, Kepala Bappeda dan BPBD untuk menemukan solusi yang lebih efektif dalam penanganannya.

Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Bupati Sinjai, pihak Dinas PUPR terlebih dahulu diminta memaparkan secara visual kondisi wilayah yang selama ini menjadi langganan genangan dan banjir serta penyebab dan solusinya.

Kepala Seksi Pengendalian Keciptakaryaan PUPR, Andi Sarifuddin,

Pada pemaparannya itu, pihak Dinas PUPR yang diwakili Kepala Seksi Pengendalian Keciptakaryaan, Andi Sarifuddin, menjelaskan bahwa terdapat kondisi wilayah geografis ibukota Kabupaten Sinjai seperti cawan  yang selama ini menjadi langganan genangan dan banjir saat debit air pada sungai Bontompare mengalami peningkatan pada pasca hujan lebat, apalagi jika waktunya bersamaan dengan naiknya pasang air laut.

Terlepas dari segi cuaca yang memang tidak dapat kontrol, khususnya intensitas dan curah hujan tinggi sebagai salah satu penyebabnya, Sinjai tidak memiliki kolam penampungan air yang diharapkan dapat mengurangi tumpahan air ke areal wilayah geografis yang teridentifikasi berbentuk cawan dimaksud, jelas Andi Sarifuddin.

Sebagai solusi untuk mengurangi tumpahan air pada area dimaksud, perlu untuk membangun kolam retensi atau embung pada beberapa titik tertentu, ungkapnya.

Selain itu, Andi Sarifuddin juga menawarkan penggunaan mesin pompa untuk membuang air dari sumber genangan langsung ke saluran pembuangan air.

Namun karena banjir dan genangan yang terjadi selama ini, tidak hanya terjadi pada area yang digambarkan oleh pihak Dinas PUPR, sebab dari hasil pantauan Bupati, banjir dan genangan juga terjadi pada beberapa titik tertentu, sehingga selain rencana pembangunan kolam retensi, Bupati pun meminta solusi lain untuk penanganannya secara keseluruhan berdasarkan potensi penyebabnya.

Bahkan Bupati Sinjai meminta agar Dinas PUPR dapat lebih fokus untuk menemukan solusi baik untuk jangka pendek maupun untuk jangka menengah dan jangka panjangnya, sehingga saatnya kita dapat memastikan bahwa Sinjai akan bebas dari genangan air, atau minimal mengurangi potensi terjadinya genangan dan banjir.

Comment here