Berita

Menakar Progres Mapping Asset Rehabilitasi dan Rekontruksi Pasca Bencana di Kabupaten Sinjai

Laporan operator website bpbd.sinjaikab.go.id : Dewi Purnama & Wahdaniah

bpbd.sinjaikab.go.id. Dalam satu bulan terkahir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sinjai melalui Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi disibukkan dengan kegiatan pendataan serta inventarisasi dan pelaporan aset bangunan dari kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana mulai tahun 2010 sampai dengan 2018.

Kepala Seksi Rehabilitasi, Virdaus, S.E

Kegiatan ini dilakukan menyusul penggunaan aplikasi mapping aset yang diluncurkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk kembali mendata dan memetakan nilai dan lokasi aset bangunan yang telah dicapai dari kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana dengan dana hibah dari BNPB.

Menurut Kepala Seksi Rehabilitasi pada Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Sinjai, Virdaus, bahwa sesuai data yang diterima dari BNPB, sedikitnya terdapat 25 aset di Kabupaten Sinjai yang harus segera diverifikasi dan dilaporkan kembali kepada BNPB melalui aplikasi mapping aset.

Namun hingga saat ini, Virdaus mengaku baru bisa melaporkan 10 dari 25 aset atau sekitar 40 persen yang diminta oleh BNPB.

Pasalnya, sejumlah paket yang dilaksanakan  pada tahun 2010 silam, tidak diketahui datanya dimana serta siapa pelaksananya saat itu, dan parahnya lagi karena pada BPBD Kabupaten Sinjai tidak tersimpan dokumen terkait dengan asset yang diminta itu.

Pria lajang yang selalu tampil excellent ini, mengaku akan terus berupaya untuk mengkoordinasikan verifikasi data dimaksud baik terhadap pihak BNPB maupun terhadap dinas terkait lainnya  di derah yang tidak menutup kemungkinan justru menjadi pelaksana kegiatan rehabilitasi dan rekontruksi pada masa itu.

Tetapi yang pasti, bahwa saat ini sesuai dengan hasil survei dan hasil verifikasi faktual yang telah kami lakukan pada sejumlah wilayah desa dan kecamatan utamanya untuk bangunan rehabilitasi dan rekontruksi hingga tahun 2018 telah tuntas dan telah kita laporkan secara utuh melalui mapping asset. Tegas Virdaus

Comment here