Berita

Sekilas Tentang Pusdalops-PB Pada BPBD Sinjai

Oleh : Dewi  Purnama

Bpbdsinjaikab.go.id. Daerah Kabupaten Sinjai sebagai wilayah tiga dimensi  yang terdiri dari laut/pantai, daratan, dan perbukitan/pegunungan, memiliki kondisi geografis geologis, hidrologis dan demografis yang memungkinkan terjadinya bencana, baik yang disebabkan oleh faktor alam, faktor non alam maupun faktor manusia.

Pembekalan Satgas Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Sinjai

Dari sejumlah catatan kejadian bencana dari berbagai wilayah, termasuk serangkaian bencana yang pernah terjadi di wilayah Kabupaten Sinjai, khususnya kejadian  banjir bandang dan tanah longsor pada tahun 2006 silam, mengakibatkan timbulnya korban jiwa, kerusakan pelaksanaan pembangunan daerah.

Menjadi konsekuensi logis tentunya, jika fakta objektif dari kondisi wilayah geografis daerah yang menyatu dengan pengalaman empiris pemerintah dan masyarakat akan dampak kejadian bencana, telah menjadi daya ungkit baginya untuk senantiasa mengintegrasikan segala potensi sumber daya yang dimiliki dalam mengantisipasi terjadinya bencana.

Demikian halnya di Kabupaten Sinjai, pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), yang sejak lama hingga kini terus berbenah diri untuk lebih menguatkan pelaksanaan tugas dan fungsinya dengan berbagai program dan kegiatan antara lain dengan pembentukan satuan im Reaksi Cepat (TRC).

Potebsi TRC pada BPBD Sinjai yang pada tahun 2019 ini telah mencapai jumlah 69 orang relawan ini, diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam melakukan kaji cepat serta penyelamatan dan evakuasi saat terjadi bencana, sehingga dalam APBD tahun berjalan, melalui kegiatan peningkatan kapasitas kemampuan TRC dalam tanggap darurat mendapat alokasi dana sebesar Rp.514.964.028.

Alokasi anggaran yang mernyedot lebih dari separuh total anggaran pada BPBD Kabupaten Sinjai pada tahun 2019 ini, tentu dapat dipahami sebagai sebuah indikator yang kuat akan kesungguhan penyelanggaraan  operasional [enaggulangan bencana pada BPBD untuk menghadirkan satuan tugas yang memiliki kapasitas kemampuan yang handal dalam rangkaian upaya penanggulang bencana.

Namun seiring dengan perkembangan dinamika kejadian bencana di daerah yang pada tahun ini turut diwarnai  dengan kejadian gempa bumi , anomali cuaca, hujan deras dan angin kencang hingga badai petir, menjadi tantangan yang terus menuntut pemerintah dan masyarakat untuk melakukan upaya adaptasi dan inovasi, termasuk dalam hal penguatan kelembagaan dan mitigasi bencanan .

Termotivasi  dengan kondis faktual yang dinamis itu, yang juga sudah menjadi kehendak serta amanat regulasi dan kebijakan penaggulangan bencana (Pusdalops-PB) yang telah ditetapkan dengan keputusan bupati Sinjai pada bulan April yang lalu.

 

Dan berbagai referensi, pembentukan Pusdalops-PB baik pada Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB) maupun pada BPBD provinsi dan kabupaten, kota dapat dipakai sebagai sebuah keniscayaan. Dalam eksistensinya, Pusdalops-PB berperan mengelolah data atau informasi hingga menyebar luaskan kepada pejabat berwenang maupun masyarakat melalui media atau laporan  dan telaah.

Karenanya Pusdalops-PB yang dibentuk sejatinya memegang kuat prinsip cepat dan tepat, akurat, koordinatif, kooperatif, transparan dan akuntabel. Fungsi ideal Pudalops-PB ini, seharusnya diperankan mulai akan melakukan pemantauan kondisi alam dan aktifitas terhadap potensi bencana sampai pada pasca bencana yang menjadi rutinitasnya.

Ini berarti bahwa satgas Pusdalops-PB pada BPBD akan dan harus bekerja secara ontime 1 x 24 jam secara terus menerus melalui kegiatan pengumpulan,analisis, serta laporan dan diseminasi informasi kebencanaan.

Dalam konteks ini, informasi kebencanaan yang dikemas dan disajikannya, tidak hanya terbatas pada kejadian bencana namun juga mencakup upaya penanganan yang dilakukan oleh berbagai pihak, baik saat pra bencana maupun pasca bencana. Memang perlu dipermaklumkan, bahwa untuk menguraikan tugas-tugas rutin personil, sistem kerja, sistem pelaporan persyaratan bangunan dan peralatan, serta pengaturan hal lainnya, dibutuhkan pedoman kerja Pusdalops-PB.

Hal inilah yang sementara gencar di godok dan disosialisasikan oleh kepala BPBD Kabupaten Sinjai bersama kepala seksi Pencegahan melalui pertemuan rutin dengan internal anggota Pusdalops-PB pada BPBD itu sendiri.

 

Penulis                 : Anggota Pusdalops-PB Kabupaten Sinjai

Editor                    : Wahdaniah

Comment here