Galeri

Tim BNPB RI Melakukan Monev Mapping Aset di Kabupaten Sinjai

Bpbdsinjaikab.go.id. Badan Penaggulangan Bencana Nasional Republik Indonesia (BNPB RI) melalui Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) hasil survey lapangan kegiatan Mapping Aset pelaksanaan RR bidang fisik.

Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi pada BNPB dalam suratnya Nomor : B.179 /BNPBI/D.III/RR.02.01/10/2019 tanggal 15 Oktober 2019 Perihal Monitoring dan Evaluasi Hasil Survei Lapangan Kegiatan Mapping Aset Pelaksanaan RR Bidang Fisik di Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan menyebutkan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil Rapat Koordinasi Sosialisasi Mapping Aset di Kota Makassar (6 s.d. 7 Agustus 2019) lalu.

Selain itu, Deputi juga merinci data survei lapangan yang telah masuk dalam basis data BNPB sampai dengan tanggal 14 Oktober 2019 yang progres penyelesaiannya secara keseluruhan mencapai 68,4 persen, dimana 11 kabuptaen/kota telah menyelesaikan 100 persen, sedangkan 12 kabupaten/kota dalam proses survey dan  1 kabupaten beserta Provinsi Sulsel, belum ada progres.

Untuk kelancaran pelaksanaan survei lapangan pada 369 titik yang tersebar pada 24 kabupaten/kota plus Provinsi Sulawesi Selatan, BNPB menugaskan 10 orang personil yang dibagi dalam 4 tim.

Khusus untuk tim yang ditugaskan pada wilayah Kabupaten Sinjai, masing-masing Kepala Seksi Rehabilitasi Fasilitas Umum BNPB Ria Suwartiningsih, Staf Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Maharani Dagi Saputri, dan  Usri Waiti yang didampingi staf Bidang RR BPBD Sulsel, Syamsul.

Tim ini tiba di Sinjai pada Kamis (17/10/2019) malam, dan diterima oleh Kepala BPBD Sinjai, Budiaman didampingi Kepala Bdang RR, Syarifuddin beserta Kasi Pencegahan, Virdaus dan Kasi Rekonstruksi, H. Mahmud di ruang kerja Kepala BPBD Sinjai pada Jumat (18/10/2019) pagi.

Dalam pertemuan itu, Kepala Seksi Rehabilitasi Fasilitas Umum BNPB, Ria Suwartiningsih menjelaskan maksud da tujuan dari kegiatan yang dilaksanakannya di Kabupaten Sinjai sebagai penugasan yang diamanatkan kepadanya, yaitu untuk memastikan progress capaian hasil survey di Kabupaten Sinjai yang baru mencapai  8 dari 25 aset (32%) terhitung dari tahun 2010 sampai dengan 2016.

Menanggapi progress capaian tersebut, Budiaman menjelaskan kesulitan stafnya dalam melakukan survey, khususnya terhadap aset tahun 2010 yang databasenya diakses dari BNPB, dokumennya tidak ada pada BPBD Kabupaten Sinjai yang kelembagaannya baru terbentuk dan efektif melaksanakan tugas pada tahun 2012.

Karena itu, progress yang dicapai dari survey dengan fokus pada aset 2016 sebanyak 8 titik, telah selesai 100 persen, sementara yang 17 paket lainnya yang direalisasikan pada tahun 2010, Budiaman meminta data lengkapnya, minimal untuk lokasi desanya jika tidak dengan titik koordinatnya agar petugas kami dapat menyelesaikannya.

Menyadari akan kurang lengkapnya data tersebut, Ria Suwartiningsih menjadikannya masukan untuk disampaikan pada laporan akhir kegiatannya sehingga apa yang diusulkan oleh Kepala BPBD Sinjai untuk penyediaan data yang lebih lengkap dapat kita realisasikan.

Usai diterima kepala BPBD, tim selanjutnya dengan didampingi Kepala Seksi Rehabilitasi, Virdaus dan Kepala Seksi Rekonstruksi BPBD Sinjai, H. Mahmud melakukan  peninjauan pada salah satu lokasi di  Ruas Jalan Lita-Bulupoddoo-Mangopi atau tepatnya pada Desa Lamatti Riaja Kecamatan Bulupoddo dengan nilai aset Rp.1.017.462.045 Volume 2.065,7 meter.

Comment here